Ardi Mandala Giri Rebut Tiga Prestasi di Lomba Pokdarwis Jateng

62
views
Prestasi Pokdarwis Ardi Mandala Giri

DoWisata – Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ardi Mandala Giri, Desa wisata Panusupan, Kecamatan Rembang, meraih tiga kejuaraan dalam Lomba Kepariwisataan tingkat Jawa Tengah.

Lomba tersebut berlangsung di desa wisata Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jum’at – Minggu (29 – 31/7). 

Lomba diikuti 35 Pokdarwis dari kabupaten/kota se-Jateng.

Tiga kategori lomba yang diraih Ardi Mandala Giri, masing-masing juara I studi kasus tanggap Sapta Pesona, juara II lomba kepariwisataan, dan juara III kelembagaan Pokdarwis.

Sementara, kategori yang tak diraih yakni lomba yel-yel pariwisata. 

Dari ketiga prestasi yang diraih ini, utusan Purbalingga ini meraih hadiah uang pembinaan terbanyak.

Selain uang pembinaan, hadiah berupa tropi, piagam, dan fasilitasi mengikuti temu Pokdarwis di pulau Bali.

Kepala Bidang Pariwisata Dinbudparpora Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si yang mendampingi kontingen Purbalingga mengatakan, sebelumnya, pihaknya melakukan seleksi sejumlah Pokdarwis untuk mengikuti lomba.

Dinbudparpora akhirnya memilih Pokdarwis Ardi Mandala Giri, dan para calon peserta kembali dibekali materi serta pemahaman kepariwisataan.

Pembekalan dilakukan selama dua minggu di kantor dinas, di lokasi desa wisata dan simulasi studi aksi tanggap sapta pesona di Pancuran Ciblon Bobotsari.

Dipilihnya pancuran Ciblon sebagai simulasi karena mirip dengan lokasi lomba kepariwisataan Pokdarwis di desa wisata Ponggok Klaten.

Pokdarwis Ardi Mandala Giri Aktif Kembali Tahun 2015

“Pokdarwis Ardi Mandala Giri didirikan sejak tahun 2009, dan baru aktif kembali mulai tahun 2015,” kata Prayitno, Senin (1/8).

Baca juga:  Pelajar Lebanon Dihibur Kesenian Tradisional Banyumasan

Menurutnya, dibanding peserta lain, peserta dari Pokdarwis Purbalingga masih berbenah, namun sudah mampu menunjukkan kemampuannya.

Dikatakan Prayitno, target utama mengikuti lomba kepariwisataan sebenarnya untuk lebih mengenalkan Desa Wisata Panusupan dan desa wisata lainnya di Purbalingga.

Pelaksanaan lomba menjadi peluang untuk berpromosi desa wisata dan destinasi wisata Purbalingga.

“Kami mengirimkan peserta di kancah Jateng, agar para pengelola desa wisata bisa membangun jejaring dengan pengelola desa wisata lain,” kata Prayitno.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, DR Prasetyo Aribowo, M.Soc , mengatakan, lomba tersebut merupakan ajang silahturahmi antara pokdarwis se Jateng.

“Kejuaraan lomba hanya sebagai penyemangat, yang penting adalah pelaku Pokdarwis bisa saling belajar, mengetahui kelebihan dan kekurangan desa wisata yang dikelolanya, serta membenahi kekurangan tersebut,” kata Prasetyo Aribowo.

Prasetyo menambahkan, di Jateng saat ini baru ada sekitar 550 pokdarwis yang sudah terbentuk.

Namun diakuinya, masih ada pokdarwis yang belum bergerak aktif. Banyak keuntungan yang diperoleh dengan terbentuknya pokdarwis, antara lain dapat merumuskan potensi wisata di desa yang bersangkutan.

Selanjutnya, Pokdarwis tersebut dapat mengembangkan potensi wisata desa yang ditujukan untuk mengembangkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan adanya Pokdarwis,  manajemen dan pengelolaan wisata di suatu desa semakin tertib dan terarah,” tambahnya. (DW02)

Apakah informasi ini bermanfaat?

Mohon klik bintang untuk menilai, terima kasih.

Average rating / 5. Vote count:

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here