Kiprah

Desa Wisata Tanalum Juara Harapan I Festival Desa Wisata Jateng

Dowisata – Desa wisata Tanalum, Kecamatan Rembang, Purbalingga berhasil meraih juara Harapan I festival desa wisata se-Jateng yang digelar di Kabupaten Magelang, Senin – Selasa (24 – 25/7/2017).

Desa wisata Tanalum yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Argo Lestari, harus puas dikalahkan desa wisata lain dari Kabupaten

Semarang, Cilacap dan Rembang yang masing-masing meraih juara I – III. Sementara juara Harapan II dan Harapan III diraih Kabupaten Brebes dan Temanggung.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Drs Mulyanto mengatakan, meski hanya juara harapan I, pihaknya puas, karena bisa promosi desa wisata.

“Prestasi juara hanya sebagai pemacu, namun kami puas karena bisa mengenalkan desa wisata Purbalingga kepada masyarakat luas,” kata Mulyanto, Rabu (26/7).

Mulyanto mengatakan, tujuan utama festival desa wisata, selain untuk promosi, juga untuk meningkatkan sumberdaya manusia pelaku desa wisata. Selain itu juga untuk menjalin hubungan dengan pelaku wisata lain, dan biro wisata.

“Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti festival, dapat meningkatkan pelayanan kepada wisatawan,” kata Mulyanto.

Mulyanto menambahkan, dalam festival desa wisata, pengelola desa wisata Tanalum menyuguhkan atraksi seni lesung, cinderamata desa, obat dan serbuk minuman herbal, kuliner, dan produk khas desa lainnya.

“Juga dipamerkan daya tarik wisata serta paket wisata antara lain Curug Gogor, Nagasari, Aul, Kalikarang, paket wisata rappeling, outbound, trekking. Ikon yang dibawa yakni desa wisata seribu curug,” tambahnya.

(Baca: Pesona Desa Tanalum Membuat Wisatawan Texas Kagum)

Homestay, Inovasi Konsep Desa Wisata

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda Olah raga dan Pariwisata (Dinporapar) Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mengatakan, potensi keindahan alam desa, dapat dikemas secara kreatif dan inovatif.

Hal ini bisa dilakukan dengan membuat konsep desa wisata, di mana rumah-rumah masyarakat desa dapat dijadikan homestay untuk para wisatawan menginap.

Namun, untuk mewujudkannya dibutuhkan strategi pemasaran, seperti promosi untuk memperkenalkan paket wisata yang ada, baik secara online maupun offline.

Pokdarwis atau Bumdes (Badan Usaha milik Desa) dapat menjadi penggerak untuk mengembangkan potensi perekonomian melalui desa wisata.

“Berbagai potensi desa sangat mungkin dikembangkan dan dapat mewujudkan kegiatan berbasis usaha ekonomi masyarakat jika dikemas dengan kreatif dan inovatif,” kata Urip.

Hal ini, tambahnya, didukung gencarnya promosi wisata di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata RI, melalui Borobudur Internasional Festival 2017, dan Festival Desa wisata oleh pemprov Jateng.

Tags

Related

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close