Ganjar Pranowo Ajak Wisatawan Promosikan Dieng

97
views
ganjar di DCF 2016
ganjar di DCF 2016

DoWisata – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak para wisatawan yang menghadiri Dieng Culture Festival (DCF) ikut mempromosikan Dieng dengan membawa cerita menarik tentang Dieng.

Sehingga, siapapun mereka yang belum pernah datang ke kawasan dataran tinggi ini, menjadi tertarik untuk ikut menikmati pesona keindahan alam dan keunikan budaya yang ada.

“Ceritakan keunikan di sini. Ada tradisi potong rambut gimbal dan di dunia ini hanya ada di Dieng,” Kata Ganjar saat menghadiri tradisi potong rambut gimbal, di pelataran Candi Arjuna, Dieng, Minggu pekan lalu.

Ganjar, juga berterimakasih kepada para wisatawan, termasuk para turis asing yang telah datang dan membeli tiket untuk menyaksikan berbagai suguhan budaya pada hajat DCF kali ini.

Selain keunikan budaya khas yang hidup di tengah-tengah masyarakat dataran tinggi Dieng, juga ada sajian Jazz Atas Awan serta pesta lampion yang menjadi agenda tetap penyelenggaraan DCF tersebut.

“Saya kira ini menjadi penting untuk memperkenalkan potensi kepariwisataan Kabupaten Banjarnegara serta keragaman destinasi wisata di Jawa Tengah,” lanjutnya

Pada tradisi ruwatan dan pemotongan rambut gimbal ini, Ganjar juga mendapatkan kehormatan pertama untuk melakukan pemotongan rambut gimbal Madina Jauza Aina Effendi (6,5) putri pasangan Bilal dan Ayu warga Kecamatan Batur yang dipotong rambutnya oleh Ganjar meminta rok panjang dengan motif tokoh animasi frozenmeminta agar pemintaannya dikabulkan.

Madina merupakan satu dari 11 anak berambut gimbal, yang menjalani prosesi pemotongan dalam rangkaian DCF 2016 ini.

Usai melakukan pemotongan, Ganjar pun memberikan langsung barang yang diminta oleh Madina di hadapan para pengunjung yang menyaksikan prosesi ruwatan dan pemotongan rambut gimbal ini.

Terpisah Bupati Banjarnegara H Sutedjo Slamet Utomo SH, M.Hum menyampaikan, efek domino dari DCF sangat besar bagi masyarakat sekitar. Karena perputaran uang di DTD mencapai puluhan milyar rupiah.

“Ini tentunya sesuai yang kita harapkan, bahwa DCV ini mempunyai tujuan mensejahterakan rakyat sekitar kawasan DTD,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara Dwi Suryanto, S.Sos, M.Si.

“DCF lahir dari tradisi masyarakat yang kemudian dibalut dengan seni budaya dan dikembangkan menjadi even pariwisata sejak tahun 2010. Sehingga tujuan utama adalah untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Coba bayangkan perputaran uang selama DCV mencapai 21 milyar. Ini adalah jumlah yang tidak sedikit,” tandasnya. (DW02)

Our Reader Score
[Total: 0 Average: 0]
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here