Grebeg Onje 2017: Air Tujuh Belik dan Gunungan Hasil Bumi Jadi Rebutan

96
views
Pengambilan Air Tujuh Belik dalam Grebeg Onje 2017
Grebeg Onje 2017 dua

DoWisata – Air Tujuh Belik dan gunungan hasil bumi serta sejumlah jodang berisi nasi tumpeng, menandai prosesi sakral Grebeg Onje yang dibuka Rabu (17/5/2017) oleh Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM.

Air Tujuh Belik itu diambil dari mata air yang ada di Desa Onje Kecamatan Mrebet, yakni Belik Gondok, Belik Dhomas, Belik Sendang Pancuran, Belik Daor, Belik Nagasari, Jatiragas dan Belik Muli.

“Alhamdulillah, merasakan air tujuh belik, seger, manfaat, insyaalloh sehat,” ujar Bupati Tasdi di Lapangan Desa Onje, Kamis (18/5/2017).

Sebelumnya, arak-arakan kendi berisi air tujuh belik beserta gunungan hasil bumi dan jodang diterima oleh Bupati Tasdi di Pendapa Puspa Jaga.

Kemudian kendi air tujuh belik yang diterima bupati kembali diarak menuju lapangan desa setempat untuk dibagikan kepada warga.

Usai membagikan air, Bupati Tasdi yang didampingi Ketua TP PKK Ny. Erny Widyawati dan putrinya Mega Putri Yustiantika (Yosi) menerima gunungan hasil bumi dan jodang berisi jajanan pasar.

Begitu Bupati Tasdi memberi komando, maka gunungan hasil bumi dan jodang pun jadi rebutan warga yang memadati lapangan desa Onje.

Pengambilan Air Tujuh Belik Tradisi Temurun

Diungkapkan Watini, warga Onje, ritual pengambilan air tujuh belik memang sudah menjadi tradisi desanya secara turun temurun.

Dia mengaku ikut berebut air yang dianggap bertuah tersebut untuk keselamatan diri sendiri dan keluarga.

“Kita mempercayai itu. Sebagai warga wajib mengikuti tradisi yang ada di desa. Ya untuk keselamatan diri sendiri dan keluarga,” katanya.

Sementara, warga lainnya, Hartono berharap kegiatan tradisi desanya yang dikemas dalam acara Grebeg Onje dapat diselenggarakan secara rutin.

Bahkan dirinya berharap dapat diselenggarakan lebih besar sehingga mampu menjadi agenda budaya yang dikenal luas oleh masyarakat.

Baca juga:  Wisbangga Dukung Pengembangan Desa Wisata

Bupati Tasdi menuturkan, kegiatan Grebeg Onje sangat tepat dilaksanakan sebelum umat islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan (Sadran).

Dimana kata Bupati prosesi pengambilan air dari tujuh belik atau mata air suci, merupakan simbol membersihkan diri sebelum puasa Ramadhan.

“Harapannya kita akan suci sebelum melaksanakan puasa. Filosofi ini bukan hanya untuk grebeg onje, tapi manfaatnya, siapapun harus mengawali semua kegiatan dengan bersuci,” jelasnya.

Kegiatan Grebeg Onje ini, lanjut Bupati, akan dijadikan agenda tahunan bahkan pada penyelenggaraan berikutnya akan diadakan lebih besar lagi.

“Tahun depan kita akan buat seribu kendil (wadah air-red) dengan seribu anak-anak muda untuk dapat dicatat menjadi rekor MURI,” katanya.

Kepala Desa Onje Budi Tri Wibowo berharap prosesi pengambilan air dan Kirab Jodang dapat menjadi berkah sekaligus menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan.

“Kita berharap keberkahan ini dapat menjadi keberkahan seluruh masyarakat di kabupaten Purbalingga,” katanya.

Selain prosesi pengambilan air tersebut, kegiatan lainnya adalah tradisi Penggelan.

Tradisi ritual yang digelar di bulan Sadran diawali prosesi mengarak nasi penggel lengkap dengan lauk pauknya dari Pendapa Puspa Jaga menuju Masjid R Sayyid Kuning.

Prosesi ini juga diisi acara siraman suci di Sungai Jojok Telu yang akan diikuti para pejabat, tokoh agama, tokoh adat dan warga. Ritual diakhiri dengan mbabar penggel ngalap berkah. (DW01)

Apakah informasi ini bermanfaat?

Mohon klik bintang untuk menilai, terima kasih.

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here