Kerajinan

Kerajinan Tas Sulam Pita Masuk Lapak Tuka-Tuku Purbalingga

Dowisata – Kerajinan Tas Sulam Pita berbahan Limbah Kain produksi warga Desa Muntang dan Desa Gambarsari berhasil masuk di Lapak Tuka-Tuku Purbalingga. Kerajinan Tas Sulam Pita tersebut merupakan hasil dari pelatihan ekonomi kreatif atau Eco Fashion yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed Purwokerto.

Salah satu warga Desa Muntang, Roro Hendarti, yang mengikuti pelatihan tersebut merasa bangga karena hasil karyanya bersama dengan beberapa warga Desa Muntang dan Desa Gambarsari bisa dijual di Tuka-Tuku Purbalingga. Produk kerajinan tas sulam pita dari limbah dibuat oleh tiga orang warga Desa Muntang termasuk Roro dan dua orang warga Desa Gambarsari.

“Alhamdulillah, sangat membanggakan dan tidak menyangka hasil pertama kami bisa lolos seleksi di Tuka-Tuku Purbalingga,” kata Roro kepada wartawan, Selasa (25/8/2020).

Masuknya produk tas sulam pita menjadi semangat pihaknya dan beberapa warga untuk bisa terus berkarya dan tetap produktif. Hal ini juga menjadi motivasi agar ke depan bisa memenuhi pesanan ketika produknya laku terjual.

“Ke depan kita akan mengadakan pelatihan karena kemarin yang dilatih hanya lima orang nanti kami akan melatih dan mengembangkannya baik di Desa Muntang maupun Desa Gambarsari,” katanya.

Roro mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak desa terkait dengan pelatihan tas sulam pita bagi kader, yang mana masing-masing RT mengirimkan satu orang perwakilannya. Pelatihan untuk warga yang lain secara bertahap untuk mencari warga yang potensial.

“Dengan demikian kita punya pengrajin tas sulam pita lebih banyak dan bisa memenuhi pesanan yang ada,” terang Roro.

Kurasi Produk

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Purbalingga melalui Kepala Bidang (Kabid) UMKM, Adi Purwanto menyampaikan, produk UMKM agar masuk ke Tuka-Tuku Purbalingga melalui kurasi produk.

Kurasi produk tersebut dilihat dari kerapihan jahitan, kualitas bahan, harga jual, serta ketersediaan atau kontinuitas pasokan.

“Kami sudah melakukan kurasi dan hasilnya bagus serta layak masuk Tuka-Tuku Purbalingga,” kata Adi.

Adi menerangkan, kerajinan tas sulam pita ini merupakan kolaborasi antar pelaku kerajinan batik, sulam pita dan konveksi. Pihaknya berharap kerajinan tersebut bisa lebih dikenal oleh masyarakat dan para pengrajin bisa lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkan karya-karyanya.

“Ada banyak kerajinan di Kabupaten Purbalingga yang baru mulai merintis maupun sudah terkenal. Kami berharap produk kerajinan ini terus berinovasi antar pelaku usaha kerajinan supaya bisa menghasilkan produk-produk baru,” tambahnya.

Tuka-Tuku Purbalingga merupakan program kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga dengan Bukalapak dalam memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar produk UMKM dapat naik kelas serta berdaya saing.

Baca juga:

Tags

Related

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close