Kunjungan ke Desa Wisata Naik 488 Persen

42
views
Kunjungan ke Desa Wisata

Dowisata – Kunjungan ke desa wisata di Purbalingga selama libur lebaran naik 488 persen.

Pada tahun 2015, wisatawan yang datang ke desa wisata tercatat hanya 13.405 orang.

Sementara pada libur lebaran tahun 2016 ini yang dihitung mulai tangggal 7 hingga 12 Juli sebanyak 63.962 wisatawan.

Kenaikan yang drastis ini menggambarkan fenomena pergeseran tren wisatawan dari mass tourism ke alternative tourism.

Di sisi lain, kenaikan ini tak lepas dari kebijakan Pemkab melalui Dinbudparpora yang gencar mengembangkan potensi desa wisata sejak tahun 2015.

“Sejak awal 2015, kami terus menggali potensi dan membenahi SDM pengelolanya,” kata Kabid Pariwisata Dinbudparpora, Ir Prayitno, M.Si, Rabu (13/7/2016).

Dikatakan, kunjungan ke desa wisata selama libur lebaran tercatat di desa wisata Serang, Kecamatan Karangreja, 28.100 orang, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang 12.575 orang.

Desa Tanalum, Rembang 7.980 orang, desa wisata Karangcegak, Kecamatan Kutasari 7.046 orang, Desa wisata Siwarak Karangreja 4.600 orang, Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang 1.870.

Desa Kedungbenda Kemangkon 911 orang, Desa Limbasari Kecamatan Bobotsari 460 orang, Desa Onje Kecamatan Mrebet 160 orang dan desa wisata lainnya.

“Dalam tahun 2015, kunjungan ke desa wisata seluruhnya 276.000 orang, dan pada tahun 2016 target kunjungan sebanyak 1 juta wisatawan,” kata Prayitno.

Target Satu Juta Wisatawan

Prayitno mengatakan, untuk mencapai target satu juta wisatawan ke desa wisata pada tahun 2016, pihaknya terus menggali potensi yang ada.

Baca juga:  Eksotisme Curug Pitu Banjarnegara

Ia menyontohkan, di Karangcegak, Kutasari yang semula hanya kolam untuk mandi, akan dikembangkan sebagai wisata foto di dalam air (underwater).

Jenis wisata ini ternyata diminati kalangan muda-mudi yang ingin berfoto selfi yang unik di dalam air.

Kemudian di Desa Tanalum, wisatawan tidak hanya menikmati air terjun, tetapi dikemas dalam paket wisata canyoning dan repling di air terjun.

Di Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, naik perahu pasir ternyata mampu menjadi daya tarik yang bisa dijual ke wisatawan.

“Desa wisata lain yang memiliki potensi panorama alam, juga dikemas rapi untuk paket treking, susur sungai, dan paket lainnya,” katanya.

Prayitno menambahkan, untuk mendukung pengembangan desa wisata, pihaknya terus melakukan berbagai pelatihan seperti pelatihan pemandu wisata.

Lalu pengelolaan homestay, pembuatan souvenir, pelatihan manajemen desa wisata, pelatihan penyusunan paket wisata.

Kemudian pelatihan internet sebagai media promosi wisata, pemberian motivasi oleh tenaga motivator profesional, studi komparasi ke desa wisata lain.

Kampanye sapta pesona sadar wisata, dan berbagai kegiatan peningkatan sumberdaya  lainnya seperti fasilitasi sertifikasi pemandu wisata.

“Dinbudparpora juga menempatkan tenaga fasilitator, serta memberikan bantuan keuangan khusus sebagai stimulan pengembangan desa wisata,” tambah Prayitno. (Dw02)

Apakah informasi ini bermanfaat?

Mohon klik bintang untuk menilai, terima kasih.

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here