Pendakian Gunung Slamet Dibuka Kembali

1385
views
Pendakian Gunung Slamet
5
(1)

DoWisata  – Kabar menarik untuk Anda pencinta kegiatan mendaki, atau wisata adventure, dalam waktu dekat Gunung Slamet akan dibuka kembali untuk pendakian.

Pendakian ke puncak gunung yang berada di 3.428 m dpl ini, dibuka melalui jalur Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Pembukaan ini menyusul pemberitahuan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM (Energi dan Sumberdaya Mineral) yang menyatakan status Gunung Slamet diturunkan dari level II (Waspada) ke Level I (Normal) mulai tanggal 8 September 2015 pukul 17.00 WIB.

“Kami telah menerima pemberitahuan lisan melalui kontak telepon dengan Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet PVMBG Pemalang, Sudrajat, yang menyatakan status Gunung Slamet sudah normal. Setelah ada pemberitahuan resmi melalui surat, tentu kami akan membuka kembali jalur pendakian ke Gunung Slamet,” kata  Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga (Dinbudparpora) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si, yang dihubungi, Selasa (8/9) malam.

Dikatakan Prayitno, dengan pembukaan pendakian ke gunung Slamet, pihaknya akan menempatkan kembali satu orang petugas di pos Bambangan. Petugas sebelumnya yang sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) memilih mengundurkan diri dan menekuni usaha sendiri di Pekalongan.

“Sejak 1 April 2015, seorang petugas kami di Pos Bambangan mengundurkan diri dari PNS. Untuk sementara, pemantauan dilakukan oleh karyawan di Obyek Wisata Goa Lawa. Jika sudah dibuka kembali, kami akan menempatkan satu orang untuk memberikan pelayanan kepada para pendaki yang hendak ke puncak Gunung Slamet,” kata Prayitno.

Diakui Prayitno, animo untuk melakukan pendakian ke Gunung Slamet sangat besar. Sejak peringatan HUT RI bulan Agustus lalu, banyak pendaki yang berdatangan ke pos Bambangan. Karena statusnya masih waspada, maka pihak Dinbudparpora selaku pengelola pos pendakian Bambangan, tidak mengijinkan mereka untuk mendaki.

Baca juga:  Wahana Sepeda Layang Hadir di D'Las Purbalingga

“Saat itu, kami tidak berani mengambil resiko untuk mengijinkan pendakian, kami tetap mengacu pada himbauan PVMBG demi keselamatan para pendaki,” kata Prayitno.

Prayitno mengungkapkan, dampak penutupan itu secara ekonomi tidak saja hanya pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja, namun aktivitas ekonomi warga yang mengandalkan berjualan dari para pendaki juga tidak mendapat penghasilan apapun.

Biasanya, kedatangan para pendaki atau wisatawan akan membuat warung makan di sekitar pos Bambangan ramai. Begitu pula dengan penitipan kendaraan sepeda motor atau mobil. “Praktis, warga yang biasanya berjualan makanan, sudah hampir satu tahun lebih tutup dan memilih untuk bertani dan sebagian lainnya bekerja serabutan,” ujarnya.

Dijelaskan Prayitno, pendakian Gunung Slamet mulai ditutup pada 10 Maret 2014. Saat itu PVMBG menaikan status gunung dari Level I (normal) ke level II (Waspada). Kemudian pada 30 April 2014 status gunung naik menjadi Level III (Siaga), dan pada 12 Mei 2014 diturunkan kembali menjadi Level II.

Lagi-lagi pada 12 Agustus 2014 tingkat aktivitas Gunung Slamet dinaikan kembali menjadi Level III. Status Gunung Slamet kembali ke Level II (Waspada) mulai 5 Januari 2015 hingga saat ini. (sam)

Apakah informasi ini bermanfaat?

Mohon klik bintang untuk menilai, terima kasih.

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here