Peran SDM Pengaruhi Pengembangan Desa Wisata

858
views
Peran SDM Pengaruhi Pengembangan Desa Wisata

DoWisata – Peran sumber daya manusia (SDM) berpengaruh terhadap pengembangan desa wisata. Pokdarwis (Kelompok Sadar wisata) sebagai lembaga pengelola desa wisata memiliki peran yang utama dalam mengelola dan memenej sebuah desa wisata.

Hal ini disampaikan Kepala Dinbudparpora Purbalingga Drs Subeno, SE, M.Si, pada pelatihan manajemen pengelolaan desa wisata bagi para pelaku desa wisata dan pokdarwis Purbalingga di ruang aula Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Senin (14/3/2016).

“Potensi desa yang bagus jika tidak dikelola secara profesional maka bisa terjadi konflik. Konflik itu sebagian besar bersumber karena tidak transparannya pengelolaan keuangan. Kami berharap, dengan pengelolaan yang akuntabel dan masyarakat yang tetap guyub rukun, satu visi dan misi dalam mengelola desa wisata, maka niscaya akan maju bersama,” tegas Subeno.

Subeno menegaskan, pengembangan desa wisata di Purbalingga pada hakekatnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemkab tidak akan mengambil keuntungan sepeserpun atas pendapatan masyarakat desa wisata. “Ukuran keberhasilan pembangunan pariwisata, bukan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pendapatan desa wisata semua untuk masyarakat. Siklus perputaran uang di desa secara langsung akan menggerakan perekonomian masyarakat di desa, sehingga diharapkan kesejahteraan masyarakat desa bisa meningkat,” kata Subeno.

Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Purbalingga Ir Cipto Utomo, M.Si dalam kesempatan itu juga menegaskan, Pemkab melalui Bappeda terus mengawal pembangunan sektor pariwisata khususnya pemberdayaan masyarakat wisata melalui desa-desa wisata. Pemkab memberikan kepedulian dengan menyalurkan bantuan keuangan khusus, penempatan fasilitator desa wisata dan dukungan infrastruktur ke desa-desa wisata. “Pengembangan desa wisata merupakan salah satu upaya mengurangi angka kemiskinan di Purbalingga yang saat ini mencapai 20,53 persen dari jumlah penduduk Purbalingga,” kata Cipto Utomo.

Sementara itu panitia penyelenggara Kepala Bidang Pariwisata Dinbudparpora Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, pelatihan manajemen desa wisata diikuti oleh 60 orang dari desa-desa wisata termasuk desa wisata rintisan.

Beberapa desa wisata rintisan yang mengikuti seperti Desa Karangreja Kecamatan Karangreja, Desa Karangcegak Kecamatan Kutasari, Desa Kaliori Kecamatan Karanganyar, Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Desa Onje (Mrebet), Desa Kedungbenda (Kemangkon). Sedang dari desa-desa wisata lainnya yang sudah mapan antara lain dari Desa Limbasari (Kec Bobotsari), Siwarak (Karangreja), Panusupan (Rembang), Tanalum (Rembang) dan Desa Karangbanjar (Bojongsari).

Pelatihan ini, lanjut Prayitno, merupakan bagian awal dari sejumlah pelatihan yang akan diselenggarakan kemudian. Pelatihan yang akan dilakukan lagi yakni kepemanduan wisata, pelatihan membuat souvenir wisata, pelatihan homestay, promosi melalui internet, pemberian motivasi dan melakukan studi banding ke desa wisata lain.

“Semua pelatihan ini kami gelar untuk meningkatkan kapasitas pelaku wisata khususnya di desa-desa wisata yang belakangan menjadi alternatif wisata minat khusus oleh para wisatawan,” kata Prayitno. (sam)

Our Reader Score
[Total: 0 Average: 0]
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here