Persaingan Waterpark, Owabong Perlu Konsep Baru

823
views
Persaingan Waterpark, Owabong Perlu Konsep Baru
Owabong

DoWisata – Objek Wisata Air Bojongsari (Owabong) perlu konsep baru agar kembali unggul dalam persaingan daya tarik wisata berbasis waterpark. Hal ini disampaikan Raharja Tri Kumuda, profesional dari Abadan Life Support Yogyakarta, dalam diskusi ‘Purbalingga Tourism Development Roadmap’ yang digelar di aula Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Selasa (1/3).

Kumada menyarankan daya tarik wisata Purbalingga dengan ikon Owabong perlu dilahirkan kembali dengan menambah permainan-permainan yang menarik. “Perlu ada hal yang sedikit ekstrem dan sedikit mengganti konsep agar Owabong tetap diminati wisatawan di masa mendatang. Intinya, perlu semacam Owabong reborn, melahirkan kembali Owabong dengan konsep baru,” ujarnya.

Alasan perlunya melahirkan kembali Owabong, karena persaingan daya tarik wisata berbasis waterpark sudah semakin ketat. Hampir di semua kabupaten kini memiliki waterpark dengan keunikan masing-masing. “Melalui konsep reborn Owabong, kami yakin Owabong akan mampu kembali berjaya seperti antara tahun 2008 – 2009,” ujar Kumuda yang menjadi konsultan bisnis pariwisata di sejumlah daerah di Jogya, Jateng dan Jatim.

Selain Owabong, Purbalingga juga perlu memiliki tempat kuliner yang bisa buka 24 jam. Taman usman Jantin Park bisa dibenahi kembali dengan menghadirkan kuliner yang khas dan dibuka 24 jam. Selain itu, pembenahan pusat kota khususnya di alun-alun dan juga taman kota juga perlu dilakukan agar lebih menarik.

Beberapa langkah tersebut perlu ditempuh guna mendukung konsep city branding, agar kedepannya Kabupaten Purbalingga dapat menjadi tempat tujuan wisata utama di Jawa Tengah.

“Setelah pembenahan daya tarik dan kondisi perkotaan, perlu dilakukan upaya promosi besar-besaran dengan melalui berbagai cara dan sarana. Promosi bisa melalui travel market, internet, media sosial, promosi langsung ke kota-kota besar dan bahkan ke luar negeri. Purbalingga sudah saatnya perlu membentuk semacam Badan Promosi Pariwisata Daerah yang tugas utamanya promosi pariwisata sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Kepariwisataan nomor 10 tahun 2009,” katanya. (cls)

Our Reader Score
[Total: 0 Average: 0]
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here