Pesat, Pertumbuhan Desa Wisata di Purbalingga

817
views
Pesat, Pertumbuhan Desa Wisata di Purbalingga

DoWisataPertumbuhan desa wisata di Purbalingga cukup pesat. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kabupaten Purbalingga, Ir. Cipto Utomo, M.Si, pada Rapat Musrenbang bidang Ekonomi Kerakyatan di aula Bappeda, Kamis (25/2).

Menurut Cipto, indikatornya adalah dengan data jumlah wisatawan yang berkunjung ke desa wisata. Pada tahun 2015 saja, tercatat ada sekitar 276 ribu wisatawan yang berkunjung.

Pihaknya menyatakan akan mendukung terus pembangunan desa wisata guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Bentuk dukungan yang akan diberikan adalah peningkatan infrastruktur jalan, serta bantuan keuangan khusus kepada desa-desa wisata.

“Bappeda akan mendukung terus pengembangan desa wisata agar bisa menggerakan perekonomian masyarakat di desa. Dukungan tersebut antara lain dengan pembangunan infrastruktur jalan menuju desa wisata, dan bantuan keuangan khusus kepada desa-desa wisata,” ujar Cipto Utomo.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua FEDEP (Forum for Economic Development and Employment Promotion) Kabupaten Purbalingga, Tri Daya Kartika, juga mengapresiasi pertumbuhan desa wisata dibawah binaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga. Dalam satu tahun terakhir, keberadaan desa-desa wisata di Purbalingga mulai diperhitungan masyarakat di Jawa Tengah dan Yogyakarta serta dari Jakarta yang ingin mengunjungi desa wisata di Purbalingga.

Baca juga:  Dongkrak Kunjungan Wisatawan Diperlukan Aksi Sadar Wisata

“Ini perkembangan yang menarik dan harus didorong untuk terus maju. Kami ingin kluster-kluster lain dibawah binaan FEDEP untuk bersinergi satu sama lain mendukung pembangunan di Kabupaten Purbalingga,” kata Tri Daya Kartika.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ardi Mandala Giri Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Yanto Supardi mengungkapkan, beberapa wisatawan dari Jakarta dan Ambon yang pernah berkunjung ke Panusupan, mengaku kagum dan bisa menikmati wisata yang sesungguhnya di desa.

Mereka sangat menikmati ketika mandi di sungai kecil yang jernih, berjalan diantara pematang sawah serta makan makanan khas desa seperti sayur lompong dan nasi jagung.

“Kearifan lokal masyarakat seperti inilah yang cenderung mulai disukai para wisatawan dari kota-kota besar,” ujarnya. (DW02)

Apakah informasi ini bermanfaat?

Mohon klik bintang untuk menilai, terima kasih.

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here