Siapa Sangka, Kerajinan Cantik Ini Terbuat dari Limbah Plastik

154
views
Kerajinan Limbah Plastik min
Kerajinan Limbah Plastik min

DoWisata – Siapa sangka, kerajinan cantik ini terbuat dari limbah plastik. Adalah Roro Hendarti atau yang akrab disapa Arti, perajin yang mampu menyulap limbah menjadi kerajinan tangan yang bermanfaat ini.

Arti merupakan pegiat Limbah Pustaka di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga. Tidak pernah hentinya, ia mengedukasi masyarakat tentang sampah dan manfaat yang bisa didapatkan dari sampah lewat Limbah Pustaka. Ia pun dengan semangat menjemput sampah di masyarakat untuk bisa dimanfaatkan kembali sebagai kerajinan cantik.

Sampah yang diambil pun sampah yang bisa didaur ulang dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengedukasi masyarakat untuk dapat memilah sampah sebelum membuangnya ke tempat pembuangan sampah akhir. Sampah yang dikumpulkannya dari masyarakat merupakan jenis sampah plastik.

Kini, ia mencoba mengkreasikan sampah gelas plastik bekas minuman untuk dijadikan sebagai wadah tempat minuman. Ya, ia mencoba membuat wadah minuman dengan menggunakan ring bekas gelas plastik.

“Kami (Limbah Pustaka, Red) ingin memberikan contoh kepada masyarakat untuk tidak menggunakan yang stainless, harusnya ya dari daur ulang,” ujarnya belum lama ini.

Ia mengaku belajar dari Bank Sampah Tegal untuk membuat wadah minuman. Untuk pembuatannya pun menurut Arti sangat mudah. Namun, ia harus mengumpulkan kurang lebih 220 gelas air mineral atau minuman lainnya untuk membuat satu buah wadah minuman berbahan ring gelas plastic.

“Waktu penyelesaiannya kurang lebih tiga hari, karena harus melalui proses membersihkan gelas, melepas ringnya, merendam ring, mencuci dan meniriskan,” jelas Arti.

Namun, ia menambahkan apabila ring gelas sudah dipisahkan terlebih dahulu. Proses pembuatan wadah minuman hanya memakan waktu semalam saja. Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk mulai memilah sampah saat ini diawali dari diri sendiri.

“Karena sampah bisa diolah setelah dipilah terlebih dahulu. Sehingga kita tidak lagi mengalami darurat sampah. Dan jangan pernah mewariskan sampah kepada anak cucu kita,” pesannya. (DW01).

Our Reader Score
[Total: 0 Average: 0]
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here