Target Destinasi Wisata Utama, Purbalingga Perlu City Branding

695
views
Target Destinasi Wisata Utama, Purbalingga Perlu City Branding

DoWisata – Guna mewujudkan obsesi sebagai tempat tujuan wisata utama di Jawa Tengah, Purbalingga perlu city branding. City branding ini nantinya menjadi tagline yang membentuk opini positif di masyarakat.

Namun untuk mendukung hal ini, perlu dilakukan pembenahan kembali terhadap sejumlah daya tarik wisata agar lebih unik dan menarik.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi kecil ‘Purbalingga Tourism Development Roadmap’ yang digelar di aula Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Selasa (1/3).

Diskusi dihadiri Kepala Dinbudparpora Drs Subeno, SE, M.Si, Kabid Pariwisata Ir Prayitno, M.Si, dan jajaran pejabat Dinbudparpora serta nara sumber dari konsultan multi usaha dan bisnis Abadan Life Support Yogyakarta.

Raharja Tri Kumuda, profesional dari Abadan Life Support Yogyakarta mengatakan, branding suatu kota diyakini dapat menjadi magnet yang mampu menyedot kunjungan wisatawan ke salah satu kota.

Misalnya saja, branding kota Yogyakarta yakni Jogja Istimewa dengan pemilihan huruf yang unik, menjadi daya pikat tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Begitu juga dengan branding kota lain seperti Solo, the Spirit of Java.

“Branding ini tidak perlu menggunakan bahaya Inggris, tapi cukup dengan bahasa yang mengena dan mudah dipahami,” kata Kumuda.

Menurut Kumuda, untuk mencari branding suatu kota, tidak perlu dengan mengadakan sayembara. Tetapi melalui tim kecil yang beranggotakan dari berbagai komunitas. Bisa dari tokoh masyarakat, pelaku wisata, budayawan, seniman, media, advertiser, praktisi Informasi dan Teknologi.  Branding itu harus memiliki makna dari berbagai sudut, termasuk pemilihan font atau huruf yang tepat. Setelah muncul ide dituangkan dalam sebuah kalimat yang sederhana dan mudah dipahami. “Nantinya, perlu dilakukan uji publik juga, agar mendapat masukan dari masyarakat,” kata Kumuda.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinbudparpora Purbalingga Subeno mengungkapkan, pembangunan pariwisata di Purbalingga terus dipacu guna mewujudkan obsesi Purbalingga sebagai daerah tujuan wisata utama di Jateng.

Sejumlah pembangunan infrastruktur pendukung juga dilakukan antara lain pada tahun 2016 ini dengan melebarkan jalur Karangreja – Goa Lawa – Kutabawa, kemudian jalur Kutabawa – Desa wisata Serang hingga Selaganggeng. Disisi lain, dibukanya bandara Wirasaba untuk penerbangan komersial akan mendukung pariwisata.

“Purbalingga juga telah menyiapkan sarana transportasi taksi dan juga reaktifasi jalur kereta Purwokerto – Wonosobo. Pembangunan prasarana ini tentunya akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan pariwisata di Purbalingga,” kata Subeno.

Disisi lain, lanjut Subeno, komitmen Bupati Purbalingga Tasdi dan wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi dalam mengembangkan pariwisata juga dinilai sangat positif. Pembangunan pariwisata dinilai mampu mengurangai angka kemiskinan yang mencapai angka 20,53 persen dari jumlah penduduk Purbalingga masih menjadi pekerjaan rumah bupati dan wakil bupati saat ini.

“Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa-desa wisata, juga kami yakini mampu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di desa serta menggerakan perekonomian masyarakat di desa,” tambah Subeno.(Cls)

Our Reader Score
[Total: 0 Average: 0]
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here